Marteen Paes Terancam Langgar Aturan FIFA

0
Marteen Paes Terancam Langgar Aturan FIFA, Shin Tae-yong Ketar-ketir

Marteen Paes Terancam Langgar Aturan FIFA, Shin Tae-yong Ketar-ketir

Marteen Paes Terancam Langgar Aturan FIFA, Shin Tae-yong Ketar-ketir –

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, tengah diliputi kekhawatiran menjelang lanjutan Grup F Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. 

 

Hal ini terkait dengan proses naturalisasi kiper FC Dallas, Maarten Paes, yang belum juga rampung. 

 

Keberadaan Maarten Paes sangat dinantikan Shin Tae-yong untuk memperkuat barisan Timnas Indonesia.

 

Sebelumnya, proses naturalisasi Maarten Paes dikabarkan terganjal aturan FIFA. Ternyata, Maarten Paes pernah membela Timnas U-21 Belanda pada ajang Kualifikasi Piala Eropa U-21 2021 saat usianya telah memasuki 22 tahun. 

 

Berdasarkan regulasi FIFA, seorang pemain hanya dapat berganti dan bermain untuk tim MPOID  nasional lain jika berusia di bawah 21 tahun saat terakhir kali membela timnas, baik di level junior maupun senior dalam pertandingan resmi.

 

Oleh karena itu, kasus naturalisasi Maarten Paes disebut harus dibawa ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) untuk mendapatkan keputusan akhir. 

 

Meski demikian, Maarten Paes telah resmi menyandang status Warga Negara Indonesia (WNI) usai menjalani sumpah kewarganegaraan pada Selasa (30/4/2024).

 

Terkait hal ini, Shin Tae-yong mengaku masih belum bisa memberikan kepastian tentang keikutsertaan Maarten Paes dalam skuad Timnas Indonesia. 

 

“Jadi saya tidak bisa kasih jawaban pasti karena harus hati-hati,” ujar Shin Tae-yong kepada awak media.

 

Situasi ini tentunya membuat Shin Tae-yong was-was karena Maarten Paes merupakan salah satu pemain yang diharapkan bisa memperkuat lini pertahanan Timnas Indonesia. 

 

Jika kasus naturalisasinya tidak segera terselesaikan, bisa jadi Shin Tae-yong harus mencari alternatif lain di posisi kiper jelang laga-laga krusial Kualifikasi Piala Dunia 2026 mendatang.

 

Selain Paes, PSSI sedang aktif dalam proses naturalisasi dua pemain keturunan lainnya, yaitu Calvin Verdonk dan Jens Raven. Verdonk, yang berperan sebagai bek kiri, saat ini membela NEC Nijmegen di Belanda. 

 

Bersama klub tersebut, ia telah mengumpulkan pengalaman bermain dalam 123 pertandingan, mencetak tujuh gol, dan memberikan tujuh assist. 

 

Sementara itu, Raven bermain sebagai striker untuk Dordrecht U-21, di mana ia telah tampil dalam 19 pertandingan dan berhasil mencetak enam gol pada musim 2023/2024.

 

Shin Tae-yong, pelatih timnas Indonesia, mengungkapkan harapannya bahwa baik Paes, Verdonk, maupun Raven dapat segera menjadi bagian dari skuad timnas Indonesia. 

 

Ini diharapkan dapat terwujud dalam persiapan timnas menghadapi dua pertandingan tersisa di Grup F putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, di mana Indonesia akan menjamu Irak pada tanggal 6 Juni 2024, dan Filipina pada tanggal 11 Juni 2024, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat.

 

Shin Tae-yong memohon doa dari para penggemar sepak bola Indonesia agar ketiga pemain tersebut bisa bermain pada pertandingan bulan Juni mendatang. 

 

Ia menegaskan bahwa timnas Indonesia bertekad untuk meraih kemenangan dalam dua laga tersebut, sebagai langkah penting untuk menjaga peluang lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. 

 

Dengan mengumpulkan tujuh poin, timnas Indonesia saat ini menempati posisi kedua di klasemen Grup F putaran kedua kualifikasi.

 

Shin Tae-yong menegaskan bahwa timnas Indonesia telah melakukan persiapan dengan baik untuk menghadapi dua pertandingan tersebut dan ia berjanji untuk berusaha semaksimal mungkin mendapatkan kemenangan.

 

Meskipun peluang Timnas Indonesia untuk meraih tiket ke Piala Dunia 2026 masih terbuka, namun tantangannya tidaklah mudah. 

 

Saat ini, Indonesia menduduki posisi kedua dalam klasemen Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia dengan total 7 poin, masih terpaut 5 poin dari peringkat pertama yang ditempati oleh Irak.

 

Untuk dapat melangkah ke putaran ketiga kualifikasi, Timnas Indonesia harus minimal meraih satu kemenangan MPOID dari dua pertandingan tersisa dalam grup ini. 

 

Pertandingan tersebut akan melibatkan pertarungan sengit melawan Irak pada tanggal 6 Juni 2024 dan Filipina pada tanggal 11 Juni 2024.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *